Memuat...
Memuat...
Enam sektor prioritas RPJMD 2025-2029 dengan basis data RTRW dan dukungan kebijakan daerah.

Kabupaten Malinau memiliki potensi pengembangan perkebunan yang sangat besar, terutama pada komoditas kelapa sawit, kakao, kopi, lada, dan tanaman perkebunan rakyat lainnya. Kondisi iklim tropis basah dengan curah hujan tinggi sangat mendukung produktivitas berbagai komoditas unggulan. Pengembangan sektor perkebunan diarahkan pada peningkatan hilirisasi hasil perkebunan melalui pembangunan industri pengolahan sehingga mampu meningkatkan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kabupaten Malinau memiliki sungai-sungai besar seperti Sungai Sesayap dan Sungai Malinau yang mendukung pengembangan budidaya ikan air tawar maupun perikanan tangkap. Komoditas potensial meliputi ikan nila, patin, lele, baung, semah, dan udang galah. Pemerintah daerah mendorong investasi pada pembangunan hatchery, cold storage, industri pengolahan hasil perikanan, dan budidaya berbasis teknologi.

Kabupaten Malinau dikenal sebagai gerbang menuju kawasan konservasi Heart of Borneo dengan kekayaan alam yang luar biasa. Potensi wisata meliputi ekowisata, wisata budaya Dayak, wisata sungai, air terjun, hingga pendakian gunung. Pengembangan investasi diarahkan pada pembangunan eco-lodge, resort, wisata minat khusus, glamping, serta jasa pendukung pariwisata.

Sebagian besar wilayah Kabupaten Malinau merupakan kawasan hutan yang menjadi habitat berbagai komoditas Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) seperti madu hutan, rotan, bambu, gaharu, tanaman obat, serta jasa lingkungan. Investasi diarahkan pada pengolahan HHBK, industri bioekonomi, perdagangan karbon, dan jasa lingkungan berbasis konservasi.

Kabupaten Malinau memiliki cadangan batubara dan berbagai komoditas mineral yang memberikan peluang besar bagi peningkatan perekonomian daerah. Pemanfaatan potensi tersebut diarahkan melalui pengelolaan yang memperhatikan aspek lingkungan, penerapan kaidah pertambangan yang baik (good mining practice), serta peningkatan nilai tambah melalui pembangunan industri pengolahan. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing investasi, memperkuat penerimaan daerah, sekaligus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian sumber daya alam bagi generasi mendatang.

Pengembangan industri berbasis potensi lokal diarahkan sebagai strategi hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah sumber daya yang dimiliki Kabupaten Malinau. Komoditas yang memiliki prospek untuk dikembangkan meliputi kelapa sawit, kakao, kopi, hasil hutan, perikanan, serta aneka produk UMKM yang didukung oleh inovasi teknologi, peningkatan kualitas produksi, dan penguatan rantai pasok. Melalui optimalisasi sektor ini diharapkan tercipta diversifikasi ekonomi, peningkatan daya saing daerah, perluasan kesempatan kerja, serta tumbuhnya iklim investasi yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Tidak yakin sektor mana?
Tim DPMPTSP siap membantu memetakan sektor & lokasi yang paling sesuai dengan rencana investasi Anda.