Memuat...
Memuat...
Enam sektor prioritas RPJMD 2025-2029 dengan basis data RTRW dan dukungan kebijakan daerah.
Komoditas unggulan ikan patin dan nila dengan kualitas tinggi. Ikan patin Sungai Kayan rata-rata mencapai bobot 9–15 kg/ekor. Sudah ditetapkan dua kawasan budidaya prioritas via SK: Kawasan Minapolitan (163 RT pembudidaya) dan Kampung Nila di Desa Malinau Kota (73 RT pembudidaya).
Lahan perkebunan disiapkan dalam RTRW seluas 301.355 hektar untuk kopi, kakao, karet, dan sawit. Dari total ini, baru 8.819 ha yang berjalan - peluang ekspansi besar. Kecamatan prioritas: Malinau Barat, Malinau Utara, Malinau Selatan, Mentarang, Kayan Hilir, Kayan Hulu, Kayan Selatan.
Taman Nasional Kayan Mentarang seluas ±1,3 juta hektar - destinasi ekowisata premium. Kawasan strategis budaya Apau Kayan (Kec. Kayan Hulu) dan kawasan strategis lingkungan Lalut Birai di Long Alango (Kec. Bahau Hulu). Event tahunan unggulan: Lomba Perahu Iraw Tengkayu. Rasio PDRB Akomodasi & Makan Minum 2,03% (2024) dengan tren meningkat.
Komoditas bernilai tinggi: gaharu, madu hutan, rotan, dan tanaman obat. Potensi hilirisasi madu hutan dan minyak kemiri dapat meningkatkan nilai 2–5x dari bahan mentah. Hutan Produksi Terbatas Malinau merupakan yang terluas di Kalimantan Utara (1.545.892 ha).
RPJMD secara eksplisit menyebut bahwa sebagian besar komoditas Malinau masih dijual mentah - peluang besar untuk industri pengolahan. Target hilirisasi: fermentasi kakao → cokelat olahan, kopi → green bean specialty, madu hutan kemasan, minyak kemiri kosmetik, kayu olahan SVLK & furnitur, batu gamping → kapur tohor & PCC.
Posisi strategis di perbatasan Malaysia (Sarawak & Sabah) dengan Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Net Ekspor Barang & Jasa berkontribusi 40,08% dari PDRB (2024) - indikator kuatnya orientasi ekspor. Realisasi investasi tumbuh 180% pada 2024.
Tidak yakin sektor mana?
Tim DPMPTSP siap membantu memetakan sektor & lokasi yang paling sesuai dengan rencana investasi Anda.